KKNT Inovasi IPB University 2026 Hadirkan POSKOTA, Sulap Sampah Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci Bersama Kader PKK Desa Cibenda

Desacibenda.id – Pangandaran, Jawa Barat — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Tahun 2026 di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran melaksanakan program kerja POSKOTA (Pengelolaan Sampah Kreatif Desa) bersama ibu-ibu kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cibenda. Program ini mengangkat isu pemanfaatan sampah tutup botol plastik menjadi produk turunan berupa gantungan kunci sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong kreativitas dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.

Program POSKOTA dilatarbelakangi dengan ditemukannya sampah plastik dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Salah satu jenis sampah yang mudah ditemukan adalah tutup botol plastik yang umumnya langsung dibuang setelah digunakan. Meskipun berukuran kecil, sampah tutup botol yang tidak dikelola dapat menambah timbulan sampah di lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya sederhana dan kreatif yang dapat mendorong masyarakat untuk memilah serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Selain berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, pemanfaatan sampah menjadi produk kreatif dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Tutup botol plastik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk sederhana berupa gantungan kunci. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan membuang dan mengurangi sampah, tetapi juga dapat dilakukan melalui kegiatan kreatif yang menghasilkan produk bernilai guna.

Kegiatan POSKOTA diawali dengan sosialisasi dengan ketua PKK dusun Cibenda, untuk mengatur pelaksanaan program. Adapun pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2026 dengan melibatkan ibu-ibu kader PKK Desa Cibenda sebagai mitra kegiatan. Pelaksanaan program diawali dengan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan dan sampah plastik. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, serta pemanfaatan kembali sampah plastik yang masih dapat digunakan.
Edukasi tersebut menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah sebelum memasuki kegiatan praktik. Ibu-ibu kader PKK juga diperkenalkan dengan konsep pemanfaatan sampah melalui kegiatan kreatif sehingga sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Setelah kegiatan edukasi, mahasiswa KKNT melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan gantungan kunci dari sampah tutup botol plastik. Demonstrasi dilakukan secara langsung untuk memperlihatkan tahapan pembuatan kepada peserta, mulai dari persiapan bahan hingga proses perakitan tutup botol menjadi gantungan kunci. Pada tahap ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengamati setiap proses sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa mengenai teknik dan bahan yang digunakan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan gantungan kunci oleh ibu-ibu kader PKK. Peserta secara langsung mencoba mengolah tutup botol plastik menjadi produk kerajinan dengan didampingi oleh mahasiswa KKNT. Keterlibatan peserta secara langsung menjadi bagian penting dalam program karena kegiatan tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam memanfaatkan sampah plastik.
Antusiasme peserta terlihat selama proses demonstrasi dan praktik berlangsung. Ibu-ibu kader PKK menunjukkan ketertarikan terhadap pemanfaatan tutup botol plastik sebagai bahan kerajinan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bahwa sampah yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi serta nilai estetika.
Gantungan kunci yang dihasilkan melalui kegiatan POSKOTA juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk suvenir. Melalui pengembangan desain, bentuk, dan variasi produk, pemanfaatan tutup botol plastik dapat menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat yang tidak hanya mendukung pengurangan sampah, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Keterlibatan kader PKK sebagai mitra juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program di lingkungan masyarakat. Sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan, kader PKK memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan POSKOTA diharapkan dapat diterapkan kembali dengan memanfaatkan sampah plastik yang tersedia di lingkungan masing-masing.
Melalui Program POSKOTA, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University bersama kader PKK Desa Cibenda berupaya menghadirkan pendekatan sederhana dalam pengelolaan sampah plastik melalui kegiatan edukatif dan kreatif. Tidak hanya menghasilkan gantungan kunci dari sampah tutup botol, program ini juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga dan dilakukan melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong budaya pengelolaan sampah yang lebih kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan di Desa Cibenda.
